Shasha sudah keluar dari rumah sakit sejak dua hari yang lalu. Secara fisik, dirinya memang sudah pulih sehingga dokter pun memperbolehkannya untuk kembali ke rumah. Biasanya, orang-orang yang dirawat di rumah sakit pasti akan merasa senang jika mereka sudah diizinkan untuk pulang ke rumah. Namun, Shasha tidak merasa begitu. Baginya sama saja mau dirawat di rumah sakit atau pun di rumah. Tetap ada hampa yang menggerogotinya akibat kehilangan besar yang baru saja Shasha rasakan. Pulang ke rumah bahkan terasa jauh lebih buruk. Karena itu berarti Shasha harus kembali merasa sepi dan meratapi rasa kehilangannya sendirian. Terlebih lagi, Shasha sudah tidak punya lagi Aksel yang bisa dimintanya datang kapan saja setiap kali ia merasa kesepian. Sejak pertengkaran mereka beberapa hari yang la

