Part XLIV: Old Church

2884 Kata

Tepat setelah mobil yang kami tumpangi melaju memasuki gerbang, kami kembali melewati jalan beraspal panjang yang diapit oleh hutan-hutan liar dengan pepohonan yang tumbuh dengan subur. Mobil ini terus melaju, sesekali berbelok sebelum kembali berjalan lurus mengikuti arah jalan. Semakin lama, tempat yang kami tempati semakin jelas, gedung bercat putih berdiri berdampingan dengan sebuah lonceng tua yang besar. Burung-burung gereja kecil dapat terlihat bertengger dan berterbangan di atas atap-atap balkon. “Here we go” Jason melepas sabuk pengaman yang terpasang di tubuhnya, melangkah turun dari dalam mobil kemudian mengulurkan tangannya padaku. “Ayo mi amor” Aku meraih jemarinya, melangkah dengan hati-hati untuk keluar dari dalam mobil. Semilir angin menyapaku ketika aku menapakkan kakiku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN