"Rencanaku ke Swiss diundur Minggu depan, aku tak mungkin pergi meninggalkanmu dalam kondisi seperti itu kemarin," ujar Jason—yang kini membenarkan dasi yang melingkar di lehernya pada cermin besar di depan meja rias. Aku menatapnya dari kursi, menikmati s**u hangatku sembari membaca sebuah majalah harian yang tersedia di atas meja. "Aku ikut, ‘kan?" tanyaku memastikan "Tergantung," jawab Jason. "Hanya bila kondisimu benar-benar sudah sehat, perjalanan ini cukup panjang, melelahkan, namun sangat penting bagiku" "Karena aku dirawat di rumah sakit kemarin, semua rencanamu tertunda," ujarku, membuat Jason lantas menoleh memandangku, alisnya bertaut. "Itu bukan salahmu, itu salahku mi amor," ujarnya. "Tapi semua sudah aman sekarang, aku sudah berhasil mengatasi orang-orang yang mencoba me

