Aku tak pernah merasa sebodoh ini karena cinta. Aku merasa sangat lemah, aku tak peduli dengan semua yang kulakukan dan aku merasa kehilangan kewarasanku di sini. Aku pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya, tetapi untuk pertama kalinya, aku merasakan cinta sedalam ini. Aku merasakan sesuatu yang nyata. Dan semua ini terjadi dengan lelaki yang kini berdiri di hadapanku. Jason Javier. Ia yang pertama bagiku. Ia ciuman pertamaku, ia lelaki pertama yang kubiarkan menyentuh diriku, ia lelaki yang membuatku memandang dunia dari lensa yang berbeda, sekalipun dunia yang ia bawa penuh rasa sakit dan kegelapan. Aku juga sadar betul bahwa ia adalah alasan terbesar kehancuran hidupku, ia melukaiku, ia mengurungku dalam sebuah sangkar, ia mengatur kemana aku harus melangkah dan kemana aku harus kem

