Bab 24. Dua Jantan

2113 Kata

Kata orang, kalau lagi patah hati itu hampa dan kosong. Semua aktivitas menjadi sangat tak menyenangkan alias malas dan mager. Mungkin itulah yang terjadi padaku. Setelah memutuskan untuk pergi dari Bandung dan menjadi orang asing di Bogor, kerjaanku hanya diam, bengong sambil melihat hape yang layarnya menunjukan foto Mas Alfa. Menangis. Ya Allah! Ternyata sesulit ini mengenyahkan rasa bersalah yang membelit diri? Rasanya aku hidup layaknya zombi walau ini keputusanku sendiri. Setiap malam aku selalu bertanya. Apakah Mas Alfa baik-baik saja? Apakah Mas Alfa sudah makan? Apakah Mas Alfa membenciku? Apakah dia menandatangani surat cerainya? Ah, aku frustasi! Terus saja ratusan pertanyaan itu berulang tanpa jawaban. Terlebih ponsel dan nomorku telah berganti dan semua kontak aku h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN