Bab 28. Saatnya Berjuang

1831 Kata

Seharusnya aku tidak merencanakan sandiwara bodoh seperti tadi, tapi apa boleh dikata hanya itu yang terlintas di otak ini dan aku tak berpikir sampai sejauh itu hingga membuat Mas Alfa menahanku di rumahnya. Bodoh. Ya, aku sangat bodoh. Kenapa juga bertindak sampai berlebihan? Pakai bicara masalah 'kamar' segala. Astaghfirullah! Zela taubat! Jujur, sekarang ingin rasanya aku melarikan diri tapi mau tak mau dan suka tak suka, aku tetap harus bertanggung jawab atas ucapanku. Lelaki tampan bertitel dokter ini pasti sudah tahu kalau aku cemburu dan masih menginginkan hubungan ini. Jadi, dia takkan semudah itu melepaskanku. "Eheum!" Aku berdehem sembari melirik diam-diam Mas Alfa yang sejak tadi hanya memperhatikanku tanpa bicara. Matanya yang setajam elang seolah tak mau berpindah, seh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN