Mengakui Mas Alfa sebagai suami? Tentu siapa pun pasti mau. Begitu pun aku, bahkan jika boleh akan aku umumkan kepada semua penduduk bumi juga penghuni dunia lain. Kalau Mas Alfa milikku! Dia milikku! Namun, lagi-lagi perjanjian bodohku dengan Bu Imel membenturkanku pada kenyataan pahit Sekali pun hatiku berteriak mau, tetap saja itu tidak bisa meruntuhkan komitmen yang telah kubangun. Kenapa? Karena Bu Imel melarangnya. Karena aku berjanji tidak akan menjadi penghalang bagi Mas Alfa untuk mendapatkan istri yang lebih baik dariku dan karena aku berjanji akan menjaga kehormatan terakhir keluargaku di mata keluarga Prawira. Jadi, meski perih dan sangat ingin mengakui kalau Mas Alfa adalah suamiku, maaf aku belum bisa mengkhianati Bu Imel. "Jadi, kamu tidak mau mengakui saya sebagai sua

