Bab 22. Satu Ranjang

1389 Kata

Sudah menjadi insting perempuan kalau sekamar dengan laki-laki, dia akan mencoba melindungi tubuhnya dengan cara apa pun. Begitu pun aku, setelah kejadian memalukan tadi aku berinisiatif untuk membungkus tubuhku dengan bed cover yang tebal biar Mas Alfa tidur dengan selimut. Geurah sih, tapi aku yakin setelah suhu Ac didinginkan sepertinya akan baik-baik saja dan tidur nyenyak. Di tengah aku yang sedang heboh membungkus diri tiba-tiba Mas Alfa keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk dari pusar sampai lutut. Mata kami pun tak sengaja bertemu pandang. Aku menelan ludah, melihat Mas Alfa menunjukan perut roti sobek yang jarang terekspose itu. Baru kusadari, sekarang Mas Alfa lebih berani menunjukan bagian tubuhnya. Astaghfirullah! Indah banget ciptaanmu Ya Allah. "Zel, a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN