Sepagi ini, kami sudah berangkat menuju kota. Ada pasien darurat dan aku harus tiba di sana sebelum jam 9.00 pagi. Tadinya, aku meminta Zela menunggu saja di vila biar aku yang pulang-pergi karena takut dia kelelahan. Namun, ternyata dia memilih ikut. Katanya dia takut kalau Jalu tiba-tiba lepas dari kandangnya. Ah, ada-ada saja, istri kecil satu ini. Aku tersenyum simpul mengenang ekspresi Zela seharian kemarin di vila. Aneh saja, kenapa bagiku semua tentangnya menjadi sangat menghibur dan menjadi fokus yang tak bisa diganggu gugat, terutama tentang kejadian semalam di mana dia terlihat sangat ketakutan padahal aku hanya berniat mematikan lampu. Tentu saja hal itu membuatku dan dia sama-sama malu. Namun, uniknya rasa malu itu bahkan berasa sampai sekarang. Sehingga suasana di dalam

