Aku membuka mata, tapi segera aku menutupnya kembali ketika kepalaku berdenyut sangat berat seolah berputar-putar. Beginilah mungkin rasanya berjuang menahan rasa sakit. Untunglah, hari ini aku tak ada jadwal pagi, sehingga aku tak perlu memaksakan diri untuk datang ke rumah sakit saat kondisiku mengenaskan. Namun, bersamaan dengan keputusanku untuk tidur kembali, tiba-tiba telingaku menangkap suara berisik yang berasal dari arah dapur. Zela? Dia kembali? Sadar kalau kunci apartemen ini hanya dipegang dua orang, otakku langsung bereaksi. Aku terperanjat bangun. Membayangkan istri kecilku datang saja, membuat badanku yang semula drop seolah diberikan tenaga berpuluh kali lipat. Dengan rasa sakit dan tenaga yang tersisa, gegas aku mencoba bangkit dan berjalan menuju pintu. Benar saja be

