Bab 30. Harga Diri

1951 Kata

Gila! Aku sepertinya kerasukan! Astaghfirullah. Bagaimana mungkin aku bisa bilang kalau sanggup berpisah lagi sama Mas Alfa sebulan? Kami kan, baru berpisah, masa harus berpisah lagi? Zela bodoh! Bodoh! Entah berapa kali hari ini aku merutuki diri. Acara makan di rumah Mas Alfa kemarin benar-benar membuatku syok setengah mati. Terlebih, dengan bodohnya aku berjanji untuk merubah pandangan Bu Imel lagi tentang aku. Mustahil. Dengan menjadikan Yoana sebagai rival, sama saja Bu Imel bilang tidak secara langsung kalau dia ingin Yoana-lah yang menang karena baginya menantu sempurna itu ya ... seperti Yoana. Cantik, pintar, dokter dan yang terpenting terlahir dari keluarga baik-baik. Itu poin plus yang tak dimiliki olehku. Keluarga baik-baik. Ah, miris. Duh ... Gusti, kalau seperti ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN