Bagian 17

1613 Kata

Tok. Tok. Tok. Suara pintu kamar Sabrina diketuk dari luar. Minggu pagi ini Sabrina masih berdiam diri di dalam kamar. Dia masih meringkuk nyaman di atas kasur sambil menyelimuti diri dengan selimut tebalnya. Cuaca di Malang selalu dingin, apalagi saat pagi hari dan musim kemarau membuat hawa dingin selalu menyelimuti Malang. Dengan malas, Sabrina berjalan ke arah pintu kamarnya. Dia menyandarkan lengannya pada kusen pintu. Kanaya yang melihat Sabrina hanya menggeleng-gelengkan kepala. Putrinya ini luar biasa sekali malasnya. “Kamu mau sampai kapan mendekam di atas kasur terus? Gak ingin bantu ibu di dapur atau bersih-bersih rumah?” tanya Kanaya bertubi-tubi. Dengan wajah melasnya Sabrina menjawab, “Ibu mau masak apa?” “Masak yang mudah-mudah saja. Ibu ingin merebus sayur-sayuran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN