Calista lalu mengambil napas panjang, dan menghembuskannya dengan perlahan. Selanjutnya dia mengejan dengan kuat. Hingga akhirnya... Oek...oek...oek. Terdengar suara tangisan bayi di ruang bersalin itu. Seorang bayi laki-laki telah lahir ke dunia dengan selamat, dan tak kurang satu apa pun. Mata Calista berkaca-kaca tatkala dia menyadari, kalau saat ini dirinya telah memiliki status sebagai seorang ibu. Calista melihat sekilas, bayinya dibawa oleh suster untuk dibersihkan. “Selamat ya, Sayang, dan terima kasih. Kamu sudah mempertaruhkan nyawa kamu untuk melahirkan bayi kita.” Kevin kemudian mengecup kening Calista dengan lembut. Calista tersenyum lemah menatap sang suami. Tubuhnya terasa lemas tak bertenaga saat ini. Tak lama, suster datang dengan membawa seorang bayi laki-laki yang m
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


