“Syaratnya, kamu harus membantu aku membuat sebuah video. Kita yang akan menjadi pemeran utamanya. Tapi, wajah kamu tidak boleh terlihat. Hanya tubuh kamu saja dan gerakan kamu yang direkam. Dan untuk melengkapi video itu agar menjadi sempurna, kamu harus melukai bahu kanan kamu. Luka itu memanjang kira-kira lima centimeter. Apa kamu bersedia melakukannya?” tanya Sandy memastikan. Pria itu terdiam sejenak. Dia sedang menerka rencana wanita cantik yang ada di depannya itu. “Kamu mau merekam aktivitas panas kita, dan mau menjual video itu?” tebak pria itu. Sandy dengan cepat menggelengkan kepalanya. Dia tersenyum menatap pria itu, yang kini tengah mengerutkan keningnya. “Aku bukan mau berbisnis yang seperti itu. Aku akan gunakan video itu untuk membalas rasa sakit hatiku. Makanya wajah k

