“Calista!” panggil Kevin ketika tubuh Calista masih berada di ambang pintu. Calista menghentikan langkahnya, namun dia tidak menoleh ke arah Kevin. “Carilah bukti yang bisa membuatku percaya, kalau bukan kamu yang beradegan m*sum dengan Sandy!” Kevin mengusap wajahnya kasar. Dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia merasa kesal sendiri menghadapi situasi seperti ini. “Calista, Please! Aku memang akan mencari bukti yang bisa menunjukkan kalau bukan aku pria itu. Tapi, jangan sampai kita pisah ranjang, Lis. Ini ulah Sandy yang tidak ingin melihat kita bahagia. Kita harus terlihat kompak. Walaupun kamu marah, jangan sampai Sandy tahu. Dia akan menertawakan kita, dan merasa bangga karena usahanya telah berhasil. Aku akan mendesak Sandy untuk mengaku, dan aku minta kamu juga membantuk

