Calista menguatkan hatinya untuk melihat adegan terlarang itu, agar bisa memastikan lagi siapa pria yang beradegan tak senonoh dengan Sandy. Dia berharap kalau pria itu bukan Kevin, suaminya. Namun, setelah memperhatikan dengan teliti, pria itu memang mirip dengan Kevin. Walaupun wajahnya tidak terlihat, namun postur tubuhnya sangat mirip dengan Kevin. Hingga akhirnya suatu tanda di bahu kanan yang menguatkan, bahwa pria itu adalah Kevin. Air mata Calista tak bisa dibendung lagi. Dia menangis setelah melihat sebuah tanda bekas luka ada di bahu kanan pria itu, yang mirip dengan luka Kevin. “Kenapa kamu nggak nikahi Sandy saja, Mas? kamu sudah menyentuhnya, harusnya kamu tanggung jawab. Pantas saja Sandy sangat membenciku, karena kamu sudah...” Calista tidak sanggup lagi meneruskan kata-ka

