Martin mencerna dengan baik ucapan Runi. Tak lama kemudian dia pun menganggukkan kepalanya. “Baik, Bu. Saya akan membawa kedua orang tua saya kemari untuk melamar Sandy. Tapi tidak bisa dalam waktu dekat, karena orang tua saya tinggal di luar kota. Saya minta waktu paling lama satu minggu untuk membawa mereka kemari,” sahut Martin. “Baik, saya akan tunggu kedatangan mereka. Apa keluarga kamu sudah mengenal Sandy sebelumnya?” tanya Runi. Martin menggelengkan kepalanya seraya berkata lirih, “Belum, Bu.” Runi menghela napas panjang. Dia memijat keningnya yang tiba-tiba terasa sakit. Dia lalu menatap Sandy yang kini menundukkan kepalanya. “Kenapa kamu begitu bodoh, Sandy? Kamu menikah dengan seorang pria tanpa mengenal keluarganya terlebih dahulu. Makanya jadi perempuan harus pintar menja

