Lamaran Martin

1169 Kata

Malam harinya ketika Kevin pulang, Calista menyambutnya dengan hangat. Calista meraih punggung tangan Kevin dan menciumnya. “Kok wajah kamu agak murung, Lis? ada apa?” tanya Kevin lembut. “Nanti aku ceritakan, sekarang kamu mandi dulu. Aroma kamu bikin kepalaku pusing,” ucap Calista yang membuat Kevin tertawa kecil. Semenjak hamil muda, Calista memang kurang suka dengan aroma parfum suaminya. Kevin harus menjauh saat menyemprotkan parfum, atau buru-buru mandi apabila ingin berdekatan dengan istrinya. “Ok, deh. Tapi, setelah ini kamu nggak boleh jauh-jauh dariku. Kamu harus menempel terus sama aku, ok,” ucap Kevin. “Ok, Sayang.” Kevin lalu mencuri kecupan di pipi mulus sang istri. Setelah itu, dia berlari kecil sambil tertawa menuju kamarnya, kala Calista membulatkan matanya. Tak lama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN