*** Seperti yang tadi Namira katakan bahwa ia berlari dalam keadaan masih mengenakam setelan tidurnya karena kelaparan. Terpaksa dia menerima saja saat Kanara meminta pelayan membawakan sepiring nasi beserta lauknya. "Banyak ya Ra," Namira terkekeh. Demi apa dia baik-baik saja menghabiskan nasi sebanyak ini jika memang kelaparan. Tapi kan dia tidak terlalu lapar meskipun sudah sempat tidur berjam-jam. Namun dari pada Kanara mencurigainya lebih baik ia habiskan nasi itu tanpa sisa. Beberapa saat kemudian Namira bersendawa. Ia tidak peduli meskipun di sana ada Zafi. "Dasar rakus," sindir Zafi membuat Kanara mencubit perutnya. Perempuan itu mendelik tidak suka pada Zafi karena berkata dengan kasar secara sengaja pada Namira. "Sakit sayang," protes Zafi. "Sudah tahu sakit tapi masih aja

