*** Namira baru saja ingin melarikan diri saat Zafi menangkap tubuhnya dan memaksanya masuk ke dalam lift yang terbuka. "Lepasin aku, Zaf! Aku mau pulang," Namira meronta meminta dilepaskan namun Zafi tidak sebodoh itu menurutinya. Tepat di lantai ke sepuluh pintu lift berdenting tanda mereka sudah sampai pada tujuan. Sesuai dengan angka yang tadi Zafi tekan. Tak terlalu jauh dari lift, Zafi berhenti di depan pintu apartemennya. Kemudian membukanya dengan salah satu tangannya. Zafi sama sekali tak merasa keberatan saat membopong Namira dengan satu tangan saja. Tubuh Namira yang tergolong kecil memudahkan Zafi yang memiliki badan yang cukup tinggi dan berotot. "Nah sekarang kamu aku turunin," ucap Zafi yang baru saja menurunkan Namira pada sofa panjang di ruang tamunya. Namira tereng

