*** Kanara mengedipkan matanya, mengamati tingkah laku Namira sejak perempuan itu masuk ke ruang rawat inapnya ini. Tampak jelas ada yang berbeda dari Namira meskipun dia berusaha menutupinya. "Ra ada yang mau kamu katakan?" tanya Kanara saat ia dan Namira berdua saja di ruangan ini. Namira menggeleng sigkat. Wajahnya masih menunjukan keceriaan namun senyumnya tak pernah sampai ke mata. Namira juga enggan mengatakan apapun. Sejujurnya, Namira juga mencurigai Kanara. Mungkinkan rahasia yang perempuan itu katakan waktu itu berhubungan dengan donor jantung ini. Namira tak bisa menepis prasangkanya. "Katakan, Ra. Jangan dipendam," bujuk Kanara. Tetapi Namira masih menolak dengan keras kepala. Membuat Kanara menghembuskan napasnya dengan lirih. Ia menatapk Namira dengan lekat. "Kalau aku

