CHAPTER 44. Pesan & Permintaan

2101 Kata

*** Namira menghembuskan napasnya dengan berat. Pada akhirnya ia berani mendekat setelah memastikan Zafi sudah masuk ke dalam bersama Killa. Ia mengintip dari celah kaca pintu yang transfaran. Kebetulan hordeng yang menutupinya sedikit terbuka. Dapat Namira lihat Zafi sedang menatap Kanara dengan sendu di sana meskipun bibirnya masih saja tersenyum. Kanara sudah kembali membuka matanya namun wajahnya tampak sangat pucat. Perempuan itu juga masih saja menyunggingkan senyumnya yang manis. Namira menghembuskan napasnya dengan lirih sebalum membalikan badannya dan pergi dari sana. Sungguh, dirinya tak mampu berpikir. Seseorang menahan tangannya ketika baru saja beberapa langkah ia menjauh. Namira menolehkan kepalanya, merasa penasaran siapa yang telah menghalangi langkahnya itu. "Ada ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN