*** Pada tengah malam yang dingin, gerimis hadir di antara rasa sakit yang Zafi rasakan. Hatinya hancur berkeping-keping sejak dokter mengukumkan waktu kematian Kanara setelah memberikan pertolong paling maksimal sekalipun. Zafi merasa dunianya baru saja runtuh, ia tak mampu berpijak hanya untuk membuatnya berdiri dengan tegak. Pertanyaan silih berganti memenuhi benaknya tentang Kanara yang pergi untuk selamanya. Bagaimana mungkin Kanara melakukan ini padanya? Bagaimana mungkin perempuan itu pergi begitu saja. Perasaan bersalah memenuhi Zafi dengan sangat menyakitkan. Satu persatu pertanyaan yang memenuhi benaknya terurai meminta jawaban. Tetapi Zafi tak bisa menjawabnya sebab jawaban itu telah pergi bersama Kanara. Kemudian hanya tinggal penyesalan. Andai dia bergerak lebih cepat. An

