*** Perpisahan paling menyakitkan adalah perpisahan yang tidak bisa bertemu lagi. Zafi menganggap takdir begitu kejam padanya. Setelah bertahun lamanya ia mengusahakan yang terbaik untuk Kanara, tetapi dalam sekejap Tuhan mengambil Kanara darinya. Zafi tidak menyangka pelayaran mereka hanya untuk mengantarkan Kanara pada peristirahatan terakhirnya. Berkali-kali Zafi menyalahkan kebodohannya. Seandainya saja ia tidak menyetujui permintaan Kanara untuk berpergian sejauh ini, mungkin kekasihnya itu masih berada di sisinya, bukan terbujur kaku di dalam peti mati seperti saat ini. Zafi mengepalkan tanganya hingga bukuh-bukuh jarinya terlihat mengeras. Ini sungguh kesalahannya. Zafi sungguh pantas terjebak dalam rasa sakit ini selamanya. Dirinya akan memastikan kebahagiaan tak akan pernah b

