*** Zafi mengepalkan telapak tangannya. Sudah tiga hari sejak terungkapnya identitas Namira. Zafi semakin tidak bisa menahan kekesalannya pada perempuan itu. Namira terlihat lebih menyebalkan dari beberapa waktu lalu karena perempuan itu semakin menyita waktu dan perhatian Kanara. Rasanya zafi sudah tidak tahan lagi. Dia berencana untuk meninggalkan Namira jika mereka berlabuh nanti. Tak ada kesempatan lagi bagi gadis itu untuk tinggal di kapalnya. Sudah cukup selama ini dia banyak merepotkan Kanara. "Tinggal beberapa jam lagi," Zafi menghitung waktu di mana mereka bisa berlabuh. Dia sudah tidak sabar untuk melancarkan rencananya itu. Apa lagi pulau yang akan mereka singgahi ini adalah pulau terpencil yang tidak berpenghuni. Biarkan saja Namira membusuk di sana. Zafi akan dengan senang

