*** Setelah tiga jam yang cukup lama bagi Zafi, akhirnya kapalnya berlabuh juga. Senyum sinis pada kedua sudut bibir lelaki itu menandakan betapa hatinya memiliku rencana jahat. Tetapi, mustahil baginya untuk melanjutkan misi jika Kanara sejak beberapa saat yang lalu menempel padanya bagai perangko. Jika biasanya Zafi akan senang mendapati tunangannya itu bersikap demikian maka saat ini Zafi merasa Kanara sengaja mendekatinya karene ingin menggagalkan rencananya. Zafi sudah mencurigai gerak gerik Kanara sejak satu jam yang lalu. Kekasihnya itu terlihat menganiggunya. Bahkan untuk sekedar mengambil air putih saja Kanara mengikutinya. Zafi yakin bahwa Kanara sudah mengetahui rencananya untuk meninggalkan Namira di pulau terlarang ini. Ck. Zafi berdecak. Kapal sudah berlabuh namun Namira

