“Kamu sudah bilang sama Wisnu kalau aku ajak kamu makan malam?” tanya Adjie. Ralia urung menyuap nasi serta potongan daging lele di jemarinya. “Enggak perlu bilang.” “Kenapa? Aku enggak mau ada yang salah paham dan ujungnya kamu ada masalah dengan Wisnu.” “Enggak akan ada masalah. Ayah juga tahu kalau kita pergi. Nanti kalau ada apa-apa, Ayah bisa jelaskan sama Mas Wisnu.” Adjie hanya mengangguk pelan. Kembali ditatapnya Ralia yang menikmati makan malamnya. Sebenarnya, Adjie ingin memberikan yang lebih dari sekadar pecel lele pinggir jalan. Ia ingin makan di tempat yang lebih tenang, di mana Adjie bisa leluasa memandangi wajah Ralia. Dahulu, setelah Ralia berkata kecewa karena Adjie tidak bisa menepati janji, Adjie tidak berani lagi untuk menunjukkan wajah serta hanya ingin melakukan

