Tamat? Selesai? Kisah antara dirinya dengan Adjie ... apa sungguh telah berakhir? Lantas bagaimana dengan perasaannya sendiri? Apa sungguh sudah dipaksa untuk mati? Sekali lagi Ralia menoleh ke arah pintu ruangan Wisnu yang telah ditutupnya. Ia tidak menyalahkan Wisnu. Ia paham akan kecemburuan calon tunangan sekaligus suaminya itu. Ia mengerti dengan sangat. Memang sudah seharusnya Ralia benar-benar menyelesaikan apa yang terjadi di masa lalu. Toh, Adjie pun sudah memutuskan untuk benar-benar mengakhiri apa yang terjadi di antara mereka. “Mbak?” Ralia menoleh ketika bahunya di tepuk pelan. Amel sudah berdiri di sebelahnya. Senyum Amel membuat Ralia merasa jadi wanita yang paling jelek sedunia. “Eh, iya, Mel, kenapa?” Amel malah tersenyum malu-malu. “Ini, loh. Tadi, Pak Adjie ke s

