Mencintai Dua Hati

675 Kata

“Enggak perlu. Aku yang akan ke sana!” timpal Ralia lantas menyambar berkas-berkas yang ada di tangan Adjie. “Enggak usah—“ “Kalau aku bilang aku yang mau pergi, ya aku yang pergi!” potong Ralia dengan suara meninggi. Adjie tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya sendiri. “Ke-kenapa?” Ralia menggigit bibirnya. Ia sadar kalau sudah membentak Adjie bahkan yang paling memalukan adalah jadi pusat perhatian. “Aku juga ada perlu,” lanjut Ralia kemudian tergesa meninggalkan Adjie yang masih termangu. Sepanjang jalan menuju ruangan Wisnu, sesekali Ralia memukul-mukul kepalanya. Ya, Ralia sadar kalau tidak sepantasnya Ralia merasa cemburu. Adjie bukan miliknya. Adjie sudah memutuskan hubungan aneh dengan dirinya di masa lalu. Langkah Ralia terhenti. Ia menatap berkas yang ada di tangannya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN