“Huh huh huh.” Suara hela nafas itu terdengar berulang kali seperti sangat terkejut dengan apa yang ia lihat barusan. Ia memejamkan matanya kuat-kuat, lalu membuka mata dan melihat sekitarnya dengan bingung. Rumah sakit? Kenapa ia tiba-tiba berada di rumah sakit? Padahal barusan ia menyadari jelas bahwa ada banyak hal yang ia lihat, ternyata semua itu hanya mimpi. Tapi Hugo benar-benar yakin kalau yang ia lihat itu adalah kenyataan karena itu terasa sangat jelas. Kenapa bisa mendengarkan percakapan orang lain kalau ia sendiri tidak berada di dalamnya. Kalau memimpikan pernikahan dengan Elisa bahkan sampai melalui malam pertama, itu bukan pertama kalinya, tapi ia bingung dengan percakapan terakhir kali dan ingatannya samar sekalipun ia baru bangun. Hugo memijat pelipisnya yang terasa

