Radita sudah berlari dengan panik menyusuri lorong rumah sakit menuju ke ruangan yang diberitahukan oleh Felix. Hugo masih dalam penanganan dan ia takut terjadi sesuatu yang akan membuatnya sangat bersalah, apalagi kecelakaan itu terjadi setelah pertemuan mereka dan abangnya berlari karena mengetahui hubungan yang terjadi pada Radita dan Felix. Setibanya di sana, ternyata ada banyak yang menunggui Hugo. Ada orang tuanya, orang tua Elisa, Felix dan tentunya Elisa sendiri. Ia datang dengan hela nafas kasar, terlebih ketika melihat tatapan mata mama tirinya ketika ia datang. Ia menunduk dan mengutuk diri karena harus datang di saat mereka ada di sini. “Gimana keadaan bang Hugo?” Tanya Radita pada Felix karena hanya pria itu yang bisa ia tanyai sekarang. Orang tuanya pasti tidak akan men

