Lampu kristal di ballroom hotel berbintang itu bersinar sangat terang, memantulkan kemewahan. Namun bagi Nara, cahaya itu justru terasa menyilaukan dan menyesakkan. Tak lama setelah Rissa meninggalkan Nara dengan rasa dongkol, sosok yang ditunggu-tunggu banyak orang akhirnya muncul di pintu utama. Rayyan Dirgantara masuk dengan aura yang sangat mendominasi. Kedatangannya membuat Jena, yang sejak tadi gelisah, langsung mengembangkan senyum manisnya. Jena bersiap menyambut tunangan impiannya itu, namun senyumnya seketika luntur. Rayyan sama sekali tidak menoleh ke arah panggung utama atau menemui pemilik acara. Pria itu justru melangkah lebar membelah kerumunan, matanya tajam menyapu setiap sudut ruangan hingga akhirnya berhenti pada satu titik: Nara. Melihat Rayyan yang mengacuhkannya sec

