Chapter 29 - Sebuah Keterlambatan

1988 Kata

Ingga Asmarani memperhatikan wajah kekasih hatinya dengan raut yang nampak begitu terkejut. “Kamu .. serius?” tanyanya. Keenan langsung mengangguk. “Iya. Aku bersungguh-sungguh, Ingga. Aku mau kamu tinggal bersama denganku esok ini juga,” jawabnya serius. Ingga menghela napas sejenak, “Aku tidak bisa ..” Dahi mulus Keenan langsung mengerut, “Kenapa?” Ingga menatap Keenan tajam, “Sebagian besar barang-barang pribadiku masih ada di Bali, Keenan. Dan lagi, apa yang akan orangtuaku katakan kalau mereka tahu kita tinggal satu atap tanpa ada ikatan pernikahan?” “Kamu tak usah khawatir, aku yang akan mengurus semua barang pribadimu. Bahkan kalau kamu mau, aku bisa membelikanmu baju, tas dan sepatu baru,” ucap Keenan. “Soal orangtuamu, aku janji akan segera menikahimu bulan ini juga,” lanjutn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN