Ingga Asmarani memperhatikan lengangnya jalanan ibu kota melalui kaca jendela mobil lamborghini hitam yang sedang dikendarai Keenan, kekasih hatinya. Perasaannya terasa begitu tak enak, seolah-olah ada sesuatu yang buruk yang akan segera terjadi pada dirinya. Meskipun terlihat sedang sibuk menatapi lengangnya jalanan ibu kota, diam-diam, Keenan sesekali curi-curi pandang memperhatikan Ingga. Raut wajah tampannya terlihat dipenuhi rasa khawatir, persis seperti raut wajah cantik Ingga. Keenan beralih menatap Ingga sejenak. “Hey, it’s okay, baby. Aku yakin ayahmu akan baik-baik saja,” ucapnya seraya mengelus perlahan rambut panjang Ingga dengan jari-jari tangan kirinya. “Aku takut sekali, Keenan. Bagaimana kalau ada hal buruk yang terjadi pada ayahku?” ucap Ingga khawatir. Keenan tersenyu

