Chapter 47 - Dia Kembali Lagi

1578 Kata

Sementara itu, Ingga sedang berkelana sendirian di kota Florence, Italia, bersama dengan si kembar Elena dan Enzo. Cuaca yang cerah dan matahari yang bersinar terik membuat kedua bayi mungil itu menangis—tak kuasa menahan hawa panas yang cukup menyengat. “Cup .. cup .. Kalian kepanasan, ya? Mau meneduh dulu?” ucap Ingga seraya menenangkan Elena dan Enzo. Dengan sigap, Ingga beralih untuk meneduh dulu sejenak di bawah sebuah pohon rindang yang daunnya mulai berguguran, sambil memberikan si kecil Elena dan Enzo sebotol s**u. “Untung susunya masih banyak,” ucapnya lega. Ingga beralih menatap layar ponselnya sejenak. Waktu menunjukkan pukul sebelas lewat lima belas siang. “Sudah jam makan siang .. Makan apa ya enaknya?” gumamnya. Ingga mengambil dompet kulit dari dalam handbag-nya setelahnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN