Sesampainya di pantai dan begitu selesai memarkir mobil lamborghini hitamnya, Keenan hanya terdiam sejenak seraya terus memperhatikan wajah cantik Ingga. Benaknya terasa begitu berkecamuk, dipenuhi rasa rindu dan haru di saat yang bersamaan. Ya, Keenan hanya masih tak menyangka kalau saat ini Ingga berada bersamanaya di sini, duduk persis di sampingnya, di dalam mobil yang sama dengan dirinya. Ingga menatap Keenan bingung, “Kamu kenapa, Keenan? Kok diam saja?” Bukannya merespon ucapan Ingga, Keenan malah langsung menangkupkan wajah cantik Ingga dengan kedua tangannya dan mulai menciumi bibirnya dengan ciuman yang terasa amat liar nan menuntut. “Mphh ..,” erang Ingga seraya menepuk perlahan d**a bidang Keenan. Keenan melepas ciumannya setelahnya, lalu beralih meremas lembut gundukan ranu

