Selesai mengurus semua keperluan perpindahan rumah sakit ayahnya, Keenan dan Ingga memutuskan untuk kembali ke apartemen. “Besok aku akan mengajakmu makan malam bersama lagi. Kamu mau?” ucap Keenan, yang saat ini sedang duduk persis di samping Ingga di atas ranjang tempat tidurnya seraya menyisir perlahan rambut panjangnya. Ingga terdiam sejenak untuk berpikir. “Hmm bagaimana kalau sekalian mengurus semua keperluan pernikahan kita?” tanyanya. Keenan mencium dahi mulus Ingga sekilas, “Ide yang bagus, sayang. Apalagi ayahmu juga bilang kalau mau menghadiri pesta pernikahan kita sebelum dia dipindahkan ke Singapura nanti. Iya, kan?” Ingga hanya tersenyum dan mengangguk. “Keenan?” panggilnya. “Hm?” “Kamu mau pesta pernikahan yang seperti apa? Outdoor atau indoor?” tanya Ingga penasaran.

