**Dua minggu kemudian** Waktu menunjukkan pukul empat lewat lima belas sore saat Ingga sedang sibuk memindahkan kardus berisi barang-barang pribadinya ke apartemen Keenan. “Terima kasih ya sudah membantuku memindahkan seluruh barang-barang pribadiku hari ini,” ucapnya seraya tersenyum manis. “Hmm cium dulu,” canda Keenan. “Di sini?” ucap Ingga seraya menyentuh pipi mulus Keenan dengan jari telunjuknya. Keenan menggeleng perlahan, “Bukan.” Keenan beranjak memegang jari telunjuk Ingga lalu memindahkannya ke atas bibirnya sendiri,” Di sini.” Ingga mencium bibir Keenan sekilas, “Thanks, calon suamiku yang mesum.” “You’re welcome, calon istriku yang seksi,” ucap Keenan seraya menyeringai nakal. Ingga hanya tersenyum manis. Keenan lanjut bicara, “Nanti malam setelah aku selesai mengurus s

