Chapter 32 - Aku Hamil

1390 Kata

Ingga menekan nomor digital yang terpampang melalui layar ponselnya dengan tangan yang terlihat sedikit gemetaran. Wajah cantiknya terlihat sedikit pucat. Peluh terlihat sedikit membasahi pelipis mulusnya. Ya, Ingga merasa begitu khawatir dan panik seketika mengetahui kalau dirinya sedang mengandung buah cinta pertamanya dengan Keenan, kekasih hatinya. Untungnya lelaki tampan asal Italia itu menjawab panggilan masuknya tak sampai lima menit kemudian. “Keenan? Kamu .. sedang sibuk tidak?” tanya Ingga takut-takut. Keenan menggeleng, “Tidak. Ada masalah apa sayang?” “Aku .. mau bertemu denganmu sore ini, boleh?” tanya Ingga lagi. Keenan tersenyum lebar, “Tentu saja boleh, Ingga sayang. Memangnya apa yang mau kamu bicarakan, hm?” Ingga langsung gelagapan, “Ah, itu .. Hmm .. nanti saja bic

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN