Keesokan paginya, begitu membuka kedua mata indahnya, Ingga langsung dihadapkan pada senyuman manis seorang Keenan Lorenzo, kekasih hatinya. “Selamat pagi, cintaku,” ucapnya ramah. Ingga membalas senyum Keenan, “Pagi ..” Ingga lanjut bertanya, “Nicolás sudah kembali ke Italia?” Keenan menggeleng perlahan, “Tidak.” “Eh? Benarkah? Kenapa memangnya?” tanya Ingga bingung. Keenan menyeringai nakal, “Sengaja, karena dia tahu adiknya yang tampan ini akan segera menikahi seorang perempuan yang manis, cantik, dan seksi.” Ingga tersenyum malu, “Dasar .. kamu bisa saja ..” “Nicolás belum mau pulang, dia mau menghadiri sekaligus membantu pesta pernikahan kita nanti,” ucap Keenan seraya mengelus perlahan pipi mulus Ingga dengan ibu jarinya. Ingga mengangguk perlahan, “Ah, begitu ..” “Oh, dan ad

