Ingga Asmarani memperhatikan gelas kaca yang tergeletak di atas meja kaca di hadapannya dengan tatapan yang terlihat amat terkejut. “Apa maksud kamu?” ucapnya dengan jantung yang berdegup kian kencang. Keenan tersenyum miring. “Ck, tidak usah basa-basi, Ingga. Aksa sudah menceritakan semuanya padaku. Kamu masih berhubungan dengan lelaki Yunani sialan itu kan?!” bentaknya emosi. Damian, yang sedang duduk di samping Ingga, langsung merasa sama terkejutnya dengan Ingga begitu mendengar suara bentakan Keenan. Padahal Ingga sama sekali tak menyalakan fitur loud speaker-nya, tapi Damian bisa mendengar jelas suara bentakan lelaki tampan keturunan setengah Italia itu. Ingga beralih menatap wajah tampan Damian sejenak dengan tatapannya yang terlihat amat nanar. Damian tersenyum ramah seraya meng

