**Empat tahun kemudian** Sentuhan jari-jari tangan yang terasa amat lembut membangunkan Ingga dari tidur lelapnya. “Nggh ..,” erangnya seraya membuka kedua mata indahnya dengan perlahan. Suara seorang laki-laki yang terdengar berat dan sedikit parau terdengar setelahnya. “Selamat pagi, cintaku,” sapa laki-laki tersebut tepat di depan telinga Ingga. Ingga langsung terkejut. Kedua matanya langsung terbuka lebar. ‘Tunggu dulu, aku kenal betul suara siapa ini,’ batinnya. Ingga langsung menoleh, dan tambah terkejut bukan main seketika dirinya mendapati Keenan, kekasih hatinya, yang sedang berbaring di atas ranjang bersama dengan dirinya. “Keenan?!” ucap Ingga kaget. Keenan tersenyum manis. “Bagaimana tidurmu semalam? Nyenyak, hm?” ucapnya seraya mengelus perlahan pipi mulus Ingga. Ingga

