Chapter 24 - Sebuah Kejutan

1266 Kata

Ingga memperhatikan segelas lemon tea-nya dengan tatapan yang terlihat amat nanar. Raganya memang berada di sini, sedang duduk di samping Hamish, tapi jiwa dan pikirannya berada bersama Keenan. Hamish, yang daritadi hanya terdiam seraya terus memperhatikan Ingga dengan tatapannya yang terlihat amat penasaran, akhirnya bertanya. “Ada apa, Ingga? Kamu tidak suka minumannya?” tanyanya. Ingga menggeleng seraya tersenyum tipis, “Bukan, bukan begitu, Hamish. Aku suka kok.” “Kamu tidak suka tempatnya? Terlalu ramai ya?” ucap Hamish lagi. Ingga menggeleng, “Tidak apa-apa.” Hamish terdiam sejenak sebelum kembali bicara. “Ada apa, Ingga? Cerita padaku,” ucapnya seraya memegang lengan Ingga. Reflek, Ingga langsung bergerak menjauh. Tubuh mungilnya terlihat amat begertar, seolah-olah dirinya bar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN