Naya masih sibuk dengan lamunannya, kejadian kriminal yang terjadi tepat di hadapannya membuat gadis itu benar-benar syok, pikirannya terus dibayang-bayangi hal itu. Bahkan, es krim dan makanan kesukaan Naya yang Erza pesan belum di sentuh sama sekali. "Pelakunya udah ditangkap," ucap Erza yang baru saja selesai mengangkat telpon. Naya melirik Nezar sekilas dan kembali sibuk mengaduk-aduk es krimnya. "Sayang udah cukup. Sekarang makan dong," ucap Erza seraya mengusap wajah Naya dengan lembut. "Kalau Tante itu meninggal, nanti anaknya gimana? Ayah kan harus kerja," ucap Naya dengan pelan bahkan hampir terdengar sebuah bisikan. Erza mengangguk paham. "Gak akan ada yang meninggal, yaang. She'll be fine, trust me." Naya menatap kekasihnya itu dengan berkaca-kaca. "I hate her, tapi--aku g

