38.

1170 Kata

Menatap dalam diam, itu yang selalu Erza lakukan jika sedang merindukan gadis kecilnya. Memang sakit rasanya, apalagi melihat Naya yang terus mencari keberadaannya. Ya, tanpa Naya ketahui, Erza selalu mengamatinya, entah itu langsung ataupun lewat orang suruhannya. Sudah dua bulan sejak Naya keluar dari rumah sakit dan beristirahat di rumah, ia sudah mulai masuk sekolah dan selalu menyempatkan diri untuk mencari keberadaan kekasihnya, Erza. Malam ini, Erza menatap Naya iba dari balik sebuah tembok minimarket. "Pak, Bapak kenal Erza?" Samar-samar terdengar Naya bertanya pada seorang juru parkir mini market tersebut. "Yang dulu pernah kerja di sini?" Naya mengangguk dengan cepat. "Iya, Pak ... Saya udah bolak balik ke rumahnya tapi rumahnya kosong, nomornya udah gak aktif, saya baru i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN