31.

1437 Kata

Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam dan Erza masih diam mengurung diri di dalam kamar. Apa yang Erza lakukan benar-benar membuat Vena merasa khawatir, sudah berkali-kali ia mencoba membujuk Erza untuk membuka pintu kamarnya agarnya Vena bisa memberikan makan malam putra semata wayangnya itu. "Kamu liat sendirikan? Anak kita belum makan apapun sejak dia pulang sekolah! Aku mohon sama kamu, lupain tentang perusahaan dan lainnya, anak kita harus bahagia... Cuma dia satu-satunya anak yang kita punya," ujar Vena pada Karan yang hanya terdiam menatap lurus ke depan. "Karan..." "Dengar, aku tahu bahwa anak kita harus bahagia dan dengan perjodohan ini aku yakin, sangat yakin bahwa anak kita akan bahagia dibandingkan dengan gadis manja itu." Sahut Karan. "Naya gak manja!" Erza berdiri di ata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN