Jika Naya tengah terbaring lemah di ranjang rumah sakit, maka di sisi lain seorang pria paruh baya terlihat duduk diam namun sorot matanya menyiratkan sebuah kekhawatiran. "Naya harus tahu!" Ujar seorang wanita. Abran menggeleng pelan, ia tak setuju untuk memberitahukan sebuah rahasia yang sudah hampir 2 tahun lamanya ia tutupi. "Aku ini istri kamu Abran! Anak-anak kita butuh pengakuan dan kebebasan dengan identitasnya!" "Mala, dengar..." Mala, wanita yang hampir memiliki usia yang sama dengan Ibu dari Naya dan juga Diana, istri sebelumnya. "Apa Naya akan mengerti? Bagaimana jika Naya sejak kapan kita menikah? Baru? Tentu tidak mungkin! Anak kita, Radit sudah berumur satu tahun lebih." Lanjut Abran. Mala terlihat menggeleng tak peduli, "aku tidak ingin tahu tentang hal itu." Abran

