Siang ini, sepulang dari sekolah. Erza memutuskan untuk pergi menemui Naya yang tidak masuk karena sakit. Kali ini Erza benar-benar merasakan kekhawatiran, pasalnya tidak ada satu pesan pun yang di kirimkannya pada Naya mendapatkan balasan. Biasanya Naya lah yang selalu merengek minta di temankan atau hanya untuk membawakannya makanan. Tapi kali ini tidak. Ceklek. "Loh, om? Naya bilang Om gak pulang," ucap Erza ketika Abran membuka pintu dan terlihat hendak pergi keluar. "Iya Za, Om pulang pas subuh tadi. Om harus pergi dulu, titip Naya yah..." Erza mengangguk pelan dan setelah Abran pergi, barulah Erza masuk ke dalam rumah. Entah kesibukan apa yang Ayah Naya alami, tapi setiap Erza bertemu dengannya pasti selalu dalam keadaan terburu-buru. Dan itu yang membuat Erza sedikit menyayangk

