"Erza gak bisa, Pah. Di sini---" "Di sini ada Naya, iyakan?" Tebak Karan dan itu sangat tepat sasaran. Malam ini Erza kembali berdiskusi, entah diskusi macam apa, karena dalam diskusi ini pendapat Erza selalu saja di patahkan oleh sang Ayah yang menginginkan dirinya melanjutkan study di negara lain. "Erza harus belajar buat besok," Lagi-lagi Erza menjawab dengan alasan yang sama. "Bukan belajar, tapi ngobrol sama Naya. Papah tahu itu." Erza menghela nafas panjang, "percuma dong Pah, kita diskusi kayak gini. Bukannya nemu jalan keluar malah jadi debat." Vena yang sedari tadi diam kini mulai angkat suara. "Erza kan anak satu-satunya kita, udah lah di sini aja..." "Kamu tanya sama anak kamu, apa yang membuat dia gak mau kuliah di luar negeri? Apa karena keluarga? Apa karena menganggap

