"Kamu dari club semalam?" tanya Dewi hati-hati. Mereka berdua berada di atas ranjang setelah percintaan hebat. Dewi hanya berbalut selimut bercorak garis-garis. Keringat mengalir sepanjang lehernya, melewati tanda-tanda merah yang dibuat oleh Kellan. "Iya." Kellan mengangguk kecil, meraih pinggang Dewi untuk ia peluk dengan lebih mesra lagi. Kellan mengerutkan kening ketika ia merasa tubuh Dewi menegang, tanda wanita ini tak nyaman. Ditatapnya Dewi dalam-dalam dan mencari apa yang tidak beres pada dirinya. Tetapi Dewi justru mengalihkan pandangan dan tak bersedia menatap Kellan. Ada yang disembunyikan wanita ini. "Ada apa?" tanya Kellan, mencoba mencari tahu. "Tidak apa-apa!" Dewi mengangkat kedua bahunya, tak ingin menjawab lebih dalam lagi. "Oh, baguslah!" Kellan memejamkan mat

